
Algoritma pemrograman adalah serangkaian langkah logis dan sistematis yang dirancang untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu dalam pemrograman. Algoritma disusun secara berurutan sehingga komputer dapat mengeksekusinya secara efisien.
Dalam konteks sederhana, algoritma bisa diibaratkan sebagai resep memasak: terdiri dari langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan hidangan yang diinginkan. Begitu pula dalam pemrograman, algoritma membantu menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu, seperti mengurutkan data, mencari nilai tertentu dalam sebuah array, atau menghitung jumlah bilangan.
Pentingnya algoritma pemrograman tidak hanya terletak pada pembentukan solusi, tetapi juga pada cara solusi tersebut dieksekusi dengan efisien. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari algoritma pemrograman.
Dengan menyusun langkah-langkah yang jelas dan terstruktur, algoritma membantu programmer memahami serta memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah ditangani.
Algoritma yang baik memungkinkan program berjalan lebih cepat dan efisien, baik dari sisi waktu pemrosesan (time complexity) maupun penggunaan memori (space complexity).
Sebelum menulis kode, algoritma memberikan gambaran jelas tentang logika yang akan diterapkan. Hal ini memudahkan dalam pengujian dan pemeliharaan program ke depannya.
Algoritma yang dirancang dengan baik akan memudahkan pengembangan sistem lebih besar di masa depan karena dapat digunakan kembali atau dimodifikasi dengan mudah.
Dalam dunia pemrograman, ada banyak jenis algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Berikut adalah beberapa jenis algoritma pemrograman yang paling umum dan sering dijumpai.
Algoritma ini menyelesaikan masalah dengan cara memanggil dirinya sendiri. Cocok untuk menyelesaikan permasalahan yang bersifat berulang, seperti faktorial, deret Fibonacci, dan traversal struktur data, seperti tree.
Contoh penggunaannya berikut.
Metode ini membagi masalah besar menjadi sub-masalah yang lebih kecil, menyelesaikan masing-masing sub-masalah, dan kemudian menggabungkan hasilnya.
Contoh penggunaannya berikut.
Algoritma greedy memilih solusi optimal dalam setiap langkah tanpa mempertimbangkan konsekuensi pada langkah berikutnya. Efektif untuk masalah optimasi sederhana.
Contoh penggunaannya berikut.
DP adalah pengembangan dari pendekatan divide and conquer yang menyimpan hasil submasalah untuk digunakan kembali sehingga mengurangi perhitungan ulang.
Contoh penggunaannya berikut.
Metode ini mencoba semua kemungkinan solusi hingga menemukan solusi yang tepat. Walaupun tidak efisien, brute force sangat mudah diimplementasikan.
Contoh penggunaannya berikut.
Untuk memberi gambaran nyata, berikut adalah contoh algoritma pemrograman untuk menjumlahkan dua angka.

Contoh di atas sangat mendasar, tetapi mencerminkan penggunaan algoritma untuk menyusun logika program yang akan diterjemahkan dalam bahasa pemrograman, seperti Python, JavaScript, atau C++.
Bagi siapa pun yang ingin mendalami dunia coding dan software development, mempelajari algoritma pemrograman adalah keharusan. Kemampuan memahami dan mengimplementasikan algoritma akan membantu kamu melakukan hal-hal berikut.
Algoritma pemrograman merupakan fondasi penting dalam dunia pemrograman. Dengan memahami pengertian, fungsi, dan jenis-jenis algoritma, kita bisa membangun solusi yang efisien dan efektif untuk berbagai permasalahan dalam pengembangan perangkat lunak.
Dalam era teknologi yang berkembang pesat, keterampilan algoritmik menjadi salah satu kunci utama kesuksesan di dunia digital. Maka dari itu, teruslah belajar dan berlatih menyusun algoritma agar mampu menjadi programmer yang andal dan siap menghadapi tantangan masa depan.